Jumat, 22 Juni 2012

Gila,Hampir seluruh tentara Afghanistan buta huruf

merdeka.com


HOWABOUTNEWS.BLOGSPOT.COM-Lebih dari 95 persen tentara Afghanistan saat ini buta huruf. Tidak hanya itu, mereka bahkan tidak bisa berhitung dan menulis, seperti dilansir stasiun televisi Al-Arabiya, Jumat (22/6).

Hal itu membuat pusing para jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) lantaran dua tahun lagi mereka bakal menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan. Alhasil, para petinggi organisasi militer itu kini putar otak demi menuntaskan permasalahan itu. Diputuskan mereka harus mempercepat program pelatihan kemiliteran dan mengirim serdadu Afghanistan belajar baca, menulis, dan berhitung sampai seribu.

Penyebab kebanyakan warga Afghanistan tertinggal dalam bidang pendidikan lantaran selama tiga dekade negeri itu dilanda konflik. Hal itu secara langsung menghambat mereka buat bekerja dan mencari penghidupan layak. "Akibat perang berkelanjutan itu warga Afghanistan menjadi tertinggal dalam pendidikan. Mereka tahu banyak hal tapi tidak paham cara membaca dan menulis," kata Barbara Goodno, Kepala Divisi Bahasa dan Literatur NATO.

Jumlah serdadu Afghanistan saat ini mencapai 343 ribu. Setelah NATO minggat dari negara itu pertengahan 2014, diharapkan mereka bisa menahan gempuran Taliban. Tetapi ancaman lebih besar tidak datang dari kelompok pejuang itu melainkan pada tingkat pendidikan warga negeri itu.

Saat ini, 119 ribu tentara dan polisi Afghanistan wajib mengikuti pendidikan dasar tiga tahap buat membaca, menulis, dan berhitung

Menurut hasil jajak pendapat NATO pada 2009, hanya 13 persen tentara dan polisi memiliki tingkat pendidikan memadai. Meski begitu, mereka dianggap siap dan mampu buat mematahkan tiap serangan Taliban.

Akibatnya, kini para instruktur militer kerepotan lantaran harus menjelaskan setiap pelajaran kepada para serdadu lewat gambar lantaran mereka tidak bisa baca. Tidak hanya itu, kini para pelatih harus mendemonstrasikan bagaimana cara menembak, merawat kendaraan tempur, mengisi formulir, dan membaca nomor seri senjata. Membaca peta pun mereka kesulitan. Peringkat kemampuan membaca, menulis, dan berhitung warga Afghanistan kini ada di posisi ke 117 dari 123 negara.

Kini NATO menyewa tiga ribu guru buat mendidik warga Afghanistan membaca, menulis, dan berhitung dengan nilai kontrak USD 200 juta. Proyek itu dibiayai oleh Jepang, Inggris, Finlandia, dan Uni Emirat Arab hingga 2014. Goodno mengatakan hal itu memang sulit dan hasilnya tidak bisa terjadi dalam waktu singkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar